Ilustrasi Masa Aksi, Kartunis/Aqilla Farah Adzra
Palembang, lpmlimas.com – BEM Unsri bersama Aliansi BEM SI Daerah Sumatera Selatan, melakukan demonstrasi untuk memperingati Hari Bhayangkara serta 100 Hari Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan pada Jumat (04/07). Namun, jumlah massa aksi dari Universitas Sriwijaya diketahui hanya kurang dari 10 orang.
Selain karena aksi yang dilaksanakan ketika masa liburan dan banyak yang sedang melaksanakan magang. Minimnya jumlah massa juga dipengaruhi oleh tidak tersedianya ajakan aksi melalui postingan di media sosial yang biasa disebarkan oleh akun Instagram BEM Universitas Sriwijaya (@bemunsriofficial). Maka dari itu, Tim LPM Limas menghubungi Pasha, selaku Ketua BEM Unsri pada Jumat malam (04/07) melalui Google Meeting.
Pasha menjelaskan bahwa tidak adanya poster ajakan aksi didasari pada kesepakatan bersama untuk menghindari adanya konflik internal.
“Kami mencoba untuk menghindari adanya konflik internal terlebih dahulu. Mungkin dari flyer [poster] itu kan akan muncul nama aliansi, nama sebuah gerakan yang mungkin bisa mengkotak-kotakan, yang kami inginkan. ya lah tadi sebenarnya untuk menghindari dinamika-dinamika internal tersebut, kami mencoba untuk berjuang atau bergerak secara kolektif teman-teman,” ujar Pasha pada Jumat malam (04/07).

Dokumentasi Wawancara bersama Pasha, Ketua BEM Unsri melalui Google Meeting Sumber: Tangkapan Layar Tim LPM Limas, Jumat (04/07), pada pukul 20.45 WIB.
Pasha juga mengatakan bahwa ia sendiri yang menyampaikan informasi kepada seluruh ketua BEM fakultas mengenai kapan konsolidasi hingga hari pelaksanaan aksi akan diadakan. Namun, dari BEM fakultas banyak yang sedang berkegiatan lain termasuk magang.
“Kami sampaikan lewat ketua BEM masing-masing fakultas, dan kami coba untuk himbau juga dari dua hari yang lalu [2 Juli], bahwa akan ada konsolidasi internal, konsolidasi global, dan sampai pada saat hari aksi pun, saya sendiri yang infokan bersama rekan-rekan ketua BEM fakultas untuk hadir dalam aksi tersebut,” tambah Pasha.
Tim LPM Limas juga mengonfirmasi kepada Candra, Gubernur Mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsri. Pada Sabtu (05/07) melalui Telepon WhatsApp
Ia mengatakan bahwa memang benar pada Kamis [03/07] terdapat file yang dikirimkan oleh Pasha berisi notulensi serta poin-poin tuntutan 100 hari kerja Herman Deru dan poin tuntutan kepada Kapolda Sumatera Selatan.
“Namun, di file yang dikirimkan oleh Presma kita [Pasha] di hari Kamis itu [selesai konsolidasi] nggak ada satupun mengenai informasi aksi. Baik mengenai jam berapa tikum, jam berapa titik aksi, dresscode yang digunakan, maupun sesederhana seruan aksi. Mungkin sebagai mahasiswa, mungkin teman-teman Limas juga tahu bagaimana urgensi dan pentingnya ketika kita ingin melakukan aksi itu adanya pemasifan informasi,” ungkap Candra.
Candra menerangkan ketidakhadiran BEM Fisip saat aksi demonstrasi tersebut dikarenakan pesan ajakan tersebut dikirim beberapa saat sebelum aksi dilaksanakan.
“Kemudian besoknya di hari Jumat, tiba-tiba pres mengirimkan pesan yang berisikan info aksi Jumat 4 Juli 2025, Kantor Gubernur Provinsi Sumsel jam 13.00 sampai menang, Kantor Kapolda Sumsel jam 15.00 hingga menang. Dimana pesan tersebut dikirimkan di jam 12.59 pm atau jam 1 siang. Karena informasi yang mendadak,” jelas Candra
Candra menambahkan selain informasi ajakan aksi yang terlalu mendadak ketidakhadiran BEM Fisip juga dikarenakan pada hari yang sama, Jumat (04/07) mereka memiliki dua agenda lain.
“Bagi kami dan bagi teman-teman BEM Fisip juga sebelumnya melakukan aksi juga di depan PN [Pengadilan Negeri] Palembang karena gugatan kabut asap ditolak oleh Majelis Hakim PN Palembang. Kemudian juga di hari yang sama, aku juga harus mengisi kuliah jalanan,” tutur Candra.
Reporter: Ristina Amelia, Vina Alfina Dziro, Nurrahmi, Siti Sulia Febrianti
Penulis: M. Fajar Meydiansyah, Siti Sulia Febrianti
Editor: Ristina Amelia