Sumber: Tangkapan layar oleh Tim LPM LIMAS pada akun Instagram resmi @pkkmbfisipunsri.
Indralaya, lpmlimas.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) mengadakan eksplorasi terbuka sebagai bagian dari proses penjaringan Ketua Pelaksana (Ketupel) Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP 2026 di Ruang Multimedia Gedung C FISIP Unsri, Jumat (08/05).
Kegiatan ini menghadirkan dua kandidat Ketua Pelaksana, yakni Muhammad Marfal Setiawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024 dan Muhammad Faiz Naufal dari Program Studi Sosiologi angkatan 2024. Keduanya memaparkan visi, misi, serta grand design atau rancangan program yang akan dijalankan apabila terpilih memimpin pelaksanaan PKKMB FISIP 2026.
Dalam Eksplorasi Terbuka tersebut, Marfal memperoleh nomor urut 01, sedangkan Faiz memperoleh nomor urut 02. Nomor urut tersebut digunakan sebagai urutan presentasi grand design sekaligus sebagai nomor pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (11/05).
Informasi lebih lanjut mengenai profil dan gagasan masing-masing kandidat dapat diakses melalui akun Instagram pendukung mereka, yaitu @mahardika.sriwijaya untuk Muhammad Marfal Setiawan dan @samanvaya.43 untuk Muhammad Faiz Naufal.
Gubernur Mahasiswa FISIP Unsri, Dimas Satrio Widagdo, mengatakan bahwa pemilihan Ketua Pelaksana PKKMB dinilai tidak hanya dari konsep yang ditawarkan, tetapi juga nilai serta gagasan yang akan dibawa dalam pelaksanaan PKKMB FISIP 2026.
“Pada hari ini kami melihat gagasan-gagasan apa yang ingin dibawa, baik itu dari segi konsep, segi nilai yang akan ditanamkan, dan juga dari agenda-agenda yang akan dirancang oleh teman-teman yang mencalonkan diri,” kata Dimas pada Jumat (08/05).

Ia menjelaskan pelaksanaan PKKMB diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan mendasar bagi mahasiswa baru yang akan memasuki lingkungan FISIP Unsri.
“Pastinya saya berharap, berjalannya PKKMB ini benar-benar bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendasar para mahasiswa baru yang nantinya akan masuk ke FISIP,” ujarnya.
Menurut Dimas, PKKMB harus menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal budaya FISIP yang peduli terhadap kondisi sosial dan politik, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
“Saya menginginkan PKKMB ini benar-benar dijadikan sebagai palang pembuka bagi para mahasiswa baru untuk bisa mengenal FISIP dan bagaimana budaya FISIP yang seharusnya. Budaya-budaya FISIP yang memang peduli akan keadaan-keadaan sosial, budaya FISIP yang memang peduli akan kondisi sosial politik baik itu di kampusnya sendiri, baik itu di daerah maupun di nasional. Maka dari itu PKKMB ini menjadi gerbang bagi maba-maba untuk bisa mengenal hal-hal tersebut,” tambahnya.
Ketua Pelaksana PKKMB FISIP 2025, M. Aqil Fadhlurrohman, menilai bahwa eksplorasi terbuka merupakan tahapan penting dalam proses pemilihan Ketua Pelaksana PKKMB. Menurutnya, seorang ketua pelaksana harus memiliki sejumlah modal dasar sebagai bekal untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.
“Hal yang perlu diperhatikan itu mungkin ini ya, kalau di sosiologi itu dia harus punya yang namanya modal. Modal dalam artian ada modal sosial, ada modal wawasan, ada juga modal relasi,” jelas Aqil pada Jumat (08/05).
Ia menjelaskan modal sosial, wawasan, dan relasi menjadi fondasi penting yang menunjukkan kapasitas dan kesiapan seseorang untuk memimpin pelaksanaan PKKMB. Selain itu, Aqil menekankan kegiatan tersebut membutuhkan ketulusan, kegigihan, dan kesiapan untuk berkorban.
“Sejatinya PKKMB itu, hal yang ingin dibawakan berdasarkan ketulusan sikap gigih yang ibaratnya harus rela berkorban dari waktu, tenaga, fisik juga sampai dengan materi,” tegasnya.
Menilai dari pengalaman pada PKKMB tahun sebelumnya, Aqil menyoroti pentingnya pendampingan lanjutan bagi mahasiswa baru setelah rangkaian kegiatan selesai. Menurutnya, peran Kakak Pembimbing (KP) tidak seharusnya berhenti pada saat pelaksanaan, tetapi juga berlanjut melalui pemantauan dan pembimbingan agar mahasiswa baru lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kampus.
“Jadi evaluasinya adalah harus ada pembimbingan yang lebih lanjut, koordinasi dari sesama kakak pembimbing untuk bisa mengikuti perjalanan mereka,” ujarnya.
Aqil juga menilai perlunya penyelarasan visi antara panitia dan pihak dekanat agar gagasan yang telah dirancang dapat diimplementasikan secara optimal.
“Mungkin dari itu juga lanjutan evaluasinya itu lebih kepada penyelarasan dari cita-cita dari Paslon sama Dekanat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Sayembara Rise of Leader, Muhammad Zarkasi, mengungkapkan bahwa persiapan Eksplorasi Terbuka PKKMB FISIP 2026 tidak terlepas dari tantangan administratif dan birokrasi. Menurutnya, status baru Unsri sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) menghadirkan dinamika tersendiri dalam proses koordinasi dengan pihak fakultas.
“Ini merupakan salah satu hal yang berbeda dan tentunya bakalan menjadi bukan tantangan sih, lebih ke sering-sering kita untuk menghadapi pihak Dekanat karena mereka juga strukturnya masih belum mantap,” jelasnya pada Jumat (08/05).
Meski demikian, Zarkasi berharap seluruh rangkaian kegiatan Rise of Leader, termasuk eksplorasi terbuka, dapat berjalan sesuai rencana meskipun struktur kelembagaan masih berada dalam tahap penyesuaian.
Reporter: M. Budi Pratama
Penulis: Moulyza Cundasorina, Alifa Sari
Editor: Masayu Mesyah