Welfrage Eco 3.0 kembali dilaksanakan oleh International Relations Sriwijaya Students Association (IRSSA) FISIP Unsri di Desa Sungai Rasau (14/09)
Palembang, lpmlimas.com – Welfrage Eco 3.0 kembali dilaksanakan oleh International Relations Sriwijaya Students Association (IRSSA) FISIP Unsri. Program terjun ke masyarakat pedesaan oleh IRSSA kali ini dilaksanakan di Desa Sungai Rasau pada Sabtu (14/09) dan lancar terlaksana dengan harapan desa Sungai Rasau dapat menjadi desa binaan yang berkelanjutan.
IRSSA membawakan acara dengan tema “SRIWIJAYA WELFRAGE ECO” yaitu, Welfare for Village Educate, Converse, Optimize. Acara ini bertujuan untuk educate (pendidikan), memberikan pendidikan kepada masyarakat desa tentang pentingnya manajemen sampah yang baik, dampak sampah terhadap lingkungan, dan cara-cara pengelolaan sampah yang efektif. Converse (percakapan), mendorong dialog dan diskusi antara warga desa, pemerintah desa, dan organisasi terkait tentang isu-isu sampah. Melalui percakapan ini, diharapkan muncul ide-ide baru, solusi kreatif, dan kerjasama yang lebih baik dalam menangani masalah sampah. Optimize (optimalisasi), mengoptimalkan sumber daya yang ada di desa untuk manajemen sampah yang lebih efisien. Ini bisa melibatkan pengadaan alat-alat pengelolaan sampah, pembuatan sistem pengumpulan dan daur ulang sampah yang lebih baik, serta memanfaatkan teknologi yang relevan meningkatkan kesejahteraan desa melalui pendidikan, percakapan, dan optimalisasi. Serta mendapatkan edukasi mengenai satu prinsip efektif untuk mengurangi sampah, dengan menerapkan prinsip 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).
Dalam kesempatan ini, Muhammad Yusuf Arya Fathoni selaku Ketua Pelaksana kegiatan Welfrage Eco 3.0 membeberkan tujuan dari pelaksanaan Welfrage Eco 3.0 yaitu pertama, mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan yang dibuang ke lingkungan melalui praktik pengelolaan sampah yang baik, seperti daur ulang, komposting, dan pemilahan sampah; kedua, menciptakan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan di kalangan masyarakat desa, sehingga mereka lebih peduli dan proaktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan; dan terakhir, mengembangkan kegiatan ekonomi lokal berbasis pengelolaan sampah, seperti industri daur ulang dan pemanfaatan sampah organik untuk kompos yang dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Semoga Desa Sungai Rasau ini bisa menjadi desa binaan IRSSA yang berkelanjutan dan juga kami dapat berkontribusi kembali bersama masyarakat desa Sungai Rasau dalam menjawab permasalahan dan juga kebutuhan, serta kami dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.” tambah Arya.
Bupati IRSSA, Alzena Indira Belva H, juga turut memberikan tanggapan terkait Welfrage Eco 3.0 yang pada tahun-tahun sebelumnya juga terlaksana, “selama saya berada di IRSSA, kegiatan sosial Welfrage Eco 3.0 ini sangat berbeda dari Welfrage pertama dan kedua di mana kegiatan Welfrage Eco 3.0 ini dibungkus dengan kegiatan yang lebih menarik dan tentu saja lebih sukses dibanding tahun tahun sebelumnya, entah itu dari persiapan pencarian desa hingga kegiatan ini berlangsung,” ungkapnya.
Zena juga turut memberikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan IRSSA bisa memiliki desa binaan sendiri.
“Dengan bangga saya sampaikan kegiatan Welfrage 3.0 ini berjalan dengan sukses. Dimulai dari survey panitia ke berbagai desa hingga mendapatkan desa yang sesuai dengan harapan dan tujuan kami,” pungkas Zena.
Penulis: M. Ashabul Kahfi
Editor: Siti Sulia Febrianti