Delegasi BEM Unsri Pada Musyawarah Nasional BEM SI Kerakyatan, dari tanggal (13/07) hingga (19/07) di Padang.
Indralaya, lpmlimas.com – Menanggapi kasus dugaan persamaan grand design Koordinator Media yang dimiliki oleh BEM Unsri dan BEM Esa Unggul saat Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI Kerakyatan di Padang pada (11/7) sampai (19/7), Pasha mengatakan bahwa BEM Esa Unggul yang memberikan powerpoint itu kepada mereka.
“Powerpoint [PPT] yang diisukan yang ada di media sosial, powerpoint yang dimirip-miripkan dengan memang hal-hal seperti Universitas Esa Unggul tersebut memang sebetulnya itu bukan kami mengambil, tetapi justru Esa Unggul lah yang memberikan kepada kami. […] Dan memang sejatinya teman-teman bahwa kalau bisa saya simpulkan, kenapa bisa ada gejolak seperti ini. Bahwa muaranya dari miskomunikasi dari Esa Unggul sendiri,” jelas Pasha.

Tampilan Slide Grand Design Milik BEM Universitas Esa Unggul (kiri) dan Grand Design BEM Universitas Sriwijaya (kanan) dalam forum Musyawarah Nasional BEM SI Kerakyatan.
Sumber: Dikirimkan Oleh Informan yang Tidak Ingin Disebutkan Namanya pada Jumat (08/08).

Tampilan Slide Grand Design Milik BEM Universitas Esa Unggul (kiri) dan Grand Design BEM Universitas Sriwijaya (kanan) dalam forum Musyawarah Nasional BEM SI Kerakyatan.
Sumber: Dikirimkan Oleh Informan yang Tidak Ingin Disebutkan Namanya pada Jumat (08/08).

Tampilan Slide Grand Design Milik BEM Universitas Esa Unggul (kiri) dan Grand Design BEM Universitas Sriwijaya (kanan) dalam forum Musyawarah Nasional BEM SI Kerakyatan.
Sumber: Dikirimkan Oleh Informan yang Tidak Ingin Disebutkan Namanya pada Jumat (08/08).
Dalam wawancara pada Selasa (12/08) di Gedung Auditorium Unsri Indralaya, Pasha menambahkan bahwa BEM Unsri dan BEM Esa Unggul merupakan bagian dari tim yang sama dalam pencalonan diri sebagai Koordinator Media.
“Awalnya memang Esa Unggul yang mau maju tetapi dikarenakan ada masalah apapun internal yang membuat Esa Unggul tidak jadi maju beliau mengatakan, ‘yaudah karena mungkin Unsri juga bagian dari tim kami’ bagian dari gerbong mereka ya mereka menawarkan mau nggak pakai PPT kami. Dan kami juga sebenarnya punya PPT sendiri,” ungkap Pasha.
Pasha mengakui bahwa pada pemaparan pertama, BEM Unsri menggunakan PPT yang ditawarkan Esa Unggul. Hal ini membuat grand design milik BEM Unsri tidak sempat dipresentasikan di awal.
Pasha juga menjelaskan setelah dipaparkan grand design yang Esa Unggul tawarkan ada banyak dinamika dan gejolak internal yang terjadi sehingga membuat adanya Peninjauan Kembali (PK) yang akhirnya BEM Unsri mengulang presentasi tersebut.
“Akhirnya setelah diajukan PK, Unsri pemaparan ulang dan menggunakan PPT Unsri sendiri. Tidak menggunakan PPT Esa Unggul yang tadi. Jadi, memang kami ada dua kali pemaparan, yang pertama PPT yang menggunakan Esa Unggul yang kami ubah, memang betul. Kami ubah logo, seri. Karena memang persetujuan dari Esa Unggul. Kedua, yang kami paparkan ialah karena kami merasa kami tidak memperunyam masalah. Kami coba untuk memaparkan hasil kami sendiri dan memang itu pure kami buat secara pribadi,” ujar Pasha.
Tim LPM Limas juga sudah mencoba untuk mengkonfirmasi kepada Mariah Arviah, Presiden Mahasiswa BEM Esa Unggul Tahun 2025 melalui pesan Instagram dari Minggu (03/08) hingga tulisan ini diunggah Tim LPM Limas masih belum mendapatkan balasan untuk mengonfirmasi kesamaan grand design.
Reporter: Ira Wulandari, Vina Alfina Dziro
Penulis: Siti Sulia Febrianti
Editor: Vina Alfina Dziro