Foto: Aksi Sumsel Resah pada Senin (04/05). Sumber: Dokumentasi oleh Tim LPM Limas.
Palembang, lpmlimas.com – Rencana aksi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan (BEM SS) yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/06) ditunda menjadi Rabu (24/06).
Informasi tersebut diperoleh Tim LPM Limas melalui konfirmasi lanjutan kepada BEM Unsri yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Sumatera Selatan lewat Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda (Akspro), Muhammad Faiz Naufal, pada Senin (22/06) pukul 12.30 WIB.
Menurutnya, keputusan penundaan ini diambil melalui forum konsolidasi yang digelar pada Minggu (21/06) malam dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari aspek teknis hingga relevansi tuntutan yang akan dibawa dalam aksi.
“Disaat konsolidasi per tadi malam, forum dibuka secara langsung dan mempertimbangkan beberapa hal, mulai dari faktor teknis serta relevansi tuntutan yang menjadi bahan konsolidasi kemarin,” jelas Faiz pada Senin (22/06).
Menurut Faiz, salah satu pertimbangan yang muncul dalam forum adalah perkembangan terbaru terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan bahwa program tersebut saat ini tengah dihentikan sementara selama masa libur dan akan menjalani proses evaluasi, termasuk audit terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta yayasan yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Selain itu, sejumlah perwakilan universitas yang hadir juga menilai persiapan aksi masih terlalu mepet. Beberapa aspek teknis, termasuk penyusunan tuntutan terbaru, dinilai belum sepenuhnya siap sehingga forum sepakat mencari alternatif jadwal pelaksanaan aksi.
“Beberapa universitas sendiri menyepakati bahwa ketika aksi kita dilaksanakan terlalu tergesa-gesa, mulai dari teknis yang belum ada, kita bahkan belum menyiapkan tuntutan terbaru, maka dari itu kita coba untuk mencari opsi lain,” ujarnya.
Faiz menambahkan bahwa BEM Unsri masih akan menggelar konsolidasi internal bersama BEM fakultas untuk menentukan sikap organisasi pasca perubahan jadwal aksi tersebut.
“Aksi di hari Rabu pun dari pihak Unsri tetap akan melaksanakan konsolidasi internal,” ujarnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa langkah tersebut diambil guna menyelaraskan persepsi dan memastikan seluruh elemen di tingkat fakultas memiliki kesepahaman yang sama.
“Namun mungkin kita sedikit beri tanda kutip bahwa kehadiran BEM UNSRI tadi malam ini juga memerlukan pandangan dari kawan-kawan fakultas,” tambah Faiz
Meskipun jadwal pelaksanaan mengalami perubahan, titik aksi tetap direncanakan berlangsung di Simpang 5 DPRD Sumatera Selatan. Faiz menyebut hanya terdapat penyesuaian pada titik kumpul (tikum) massa yang akan dipusatkan di area Mimbar Bebas.
“Kita titik aksi masih sama, di Simpang 5 DPRD. Terus tikum yang agak lebih sedikit, tempat mimbar bebas,” ujarnya.
Terkait seruan aksi, ia mengatakan bahwa Aliansi BEM se-Sumatera Selatan akan segera merilis informasi resmi setelah seluruh proses konsolidasi selesai. Sementara itu, BEM Unsri masih menunggu hasil konsolidasi internal yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/06) malam.
“Kembali lagi tentang internal tadi. Kalau konsolidasi internal kita positif ke arah aksi, maka kita aksi,” jelasnya.
Selain membahas arah gerakan, Faiz memperkirakan jumlah peserta aksi yang dapat dimobilisasi berada pada kisaran 50 hingga 70 orang. Estimasi tersebut mempertimbangkan kondisi mahasiswa yang saat ini memasuki masa libur semester.
“Kalau estimasi massa, mungkin saya sebut saja yang kami setorkan ke BEM SS itu sendiri, berkisar di angka 50–70 orang,” pungkasnya.
Reporter: Masayu Mesyah, Zahra Nur Safitri, Imas Putri Salsabila C, Ainayya Arthia Dinarko
Penulis: Masayu Mesyah, Zahra Nur Safitri
Editor: Alwa Rahmadani