Suasana Hangat dan Lezatnya Rasa di Festival Pesona UMKM Kota Palembang 2025 pada Sabtu, (21/06). Dokumentasi/Imas
Palembang, lpmlimas.com – Pemerintah Kota Palembang mengadakan Festival Pesona UMKM 2025 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang yang ke-1342. Acara ini meliputi pameran promosi berbagai macam produk, jasa, kerajinan, hingga investasi ekonomi kreatif dan pariwisata. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (19/06) hingga Sabtu (21/06) di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang.
Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Festival ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palembang dalam memberdayakan pelaku UMKM dengan menyediakan sarana promosi kepada khalayak yang lebih luas.
Ririn, salah satu pelaku UMKM dari Kedai Mama Yin, mengatakan bahwa diadakannya festival ini sangat mendukung para pelaku UMKM yang baru memulai. Melalui acara seperti ini banyak dari pelaku UMKM dapat membangun relasi dengan sesama pelaku usaha lainnya, menambah pengalaman bagi para pelaku usaha, serta dapat memperkenalkan produk dan usaha mereka sehingga lebih dikenal oleh khalayak yang lebih luas.
“Dampaknya mungkin aku bakal mengenal pengusaha lain di kanan dan kiri dan berteman dengan mereka. Terus [yang] kedua juga mungkin jadi pengalaman besar [untuk] aku, karena kan, ini untuk pertama kalinya aku ikut event [ Festival Pesona UMKM], jadi ini benar-benar pengalaman [baru] untuk jualan di event,” ungkap Ririn pada Sabtu (21/06).
Selain itu, Ika Febriati, pelaku usaha dari UMKM PWA Sumsel. mengatakan bahwa pelaksanaan festival ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pelaku usaha dan menjadi kesempatan bagi mereka untuk membangun strategi dalam mengembangkan usaha yang mereka miliki.
“Kalau dampaknya untuk saat ini sangat berdampak. Kami biasanya online, ini bisa offline di bazar ini. Jadi biasanya kita sistemnya pre-order, bisa ready stock di sini. Dan beberapa juga kita mainnya di Instagram dan lain sebagainya. Khususnya untuk kue sendiri, biasanya sistem kita itu pre-order dan harus ada minimal order. Tapi semenjak di sini [Festival Pesona UMKM] untuk selama tiga hari, Kita jualnya lebih, harganya lebih murah dari harga biasa dan juga bisa satuan,” ujar Ika saat diwawancarai pada Sabtu (21/06).
Dibalik suksesnya acara yang berlangsung selama tiga hari ini, terdapat harapan yang besar. Yuli, salah satu pelaku UMKM yang menjual kuliner khas Palembang menaruh harapan agar kuliner tradisional Palembang semakin dikenal luas lewat festival ini, tidak hanya oleh warga lokal, tetapi juga masyarakat di luar daerah.
“Harapan saya dari adanya festival ini. Semoga agar kedepannya, kuliner-kuliner khas Palembang dapat lebih dikenal dan dinikmati masyarakat yang lebih luas lagi, tidak hanya dari dalam kota, tapi juga sampai luar daerah hingga luar provinsi,” ungkap Yuli pada Sabtu (21/06).
Rada selaku perwakilan instansi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah turut menyampaikan harapannya, agar acara seperti ini tidak hanya diadakan pada momen HUT saja.
“Kami berharap pemerintah Kota Palembang lebih sering mengadakan event-event besar seperti ini. Karena hanya pada momen-momen inilah UMKM memiliki ruang untuk tampil dan mendapat perhatian masyarakat sehingga UMKM terus meningkat kedepannya,” ujar Rada pada Sabtu (21/06).
Selain program festival. Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah juga memiliki serangkaian program untuk mengembangkan sektor UMKM di Kota Palembang. Akbar, perwakilan dari Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Palembang, menjelaskan bahwa upaya tersebut meliputi fasilitas pinjaman modal usaha kepada para pelaku bisnis atau UMKM, edukasi bagi para pemilik usaha, serta promosi rutin berbagai produk unggulan UMKM Kota Palembang ke kancah nasional melalui berbagai ajang seperti INACRAFT. Penyelenggaraan festival ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini, seperti melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya persaingan jual-beli secara daring.
Reporter: Abya Zafirah, Imas Putri Salsabila C, M. Rafif Al-Farouq M
Penulis: Abya Zafirah, Riri Andriani, Ristina Amelia
Editor: Imas Putri Salsabila C, M. Rafif Al-Farouq M