Pengunjung mengikuti rangkaian kegiatan pra-acara Kata Kota Kita di Kafe Rumah Sintas, Palembang, Minggu (01/11).
Palembang, lpmlimas.com – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya dari mata kuliah Desain Komunikasi Visual (DKV) tahun 2026 kembali menghadirkan sebuah kegiatan kreatif di Kafe Rumah Sintas pada Minggu (01/11), dengan mengusung nama “Kata Kota Kita” sebagai kegiatan pra-acara yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan berbagai perspektif mengenai kota Palembang melalui karya dan komunikasi visual.
Sejumlah kegiatan turut memeriahkan pra-acara ini, mulai dari talkshow yang menghadirkan ruang diskusi dan berbagi wawasan, hingga workshop zine dan workshop pin yang mengajak pengunjung terlibat langsung dalam kegiatan kreatif. Selain itu, terdapat juga kegiatan kewirausahaan serta pameran hasil karya mahasiswa berupa karya nirmana yang diolah menjadi elemen dekorasi tempat.

Ketua Pelaksana Kata Kota Kita, Muhammad Gavin Bhisma, menyampaikan bahwa pameran ini bermula dari keresahan para mahasiswa terhadap minimnya pengetahuan masyarakat terkait budaya, cerita, dan sejarah yang ada di Kota Palembang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya untuk mengangkat kembali berbagai kisah dan kebudayaan lokal melalui kegiatan yang lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat.
Gavin memaparkan, “Pameran ini itu sebenarnya berasal dari keresahan kami. Karena kita hidup tinggal di kota Palembang, tetapi masih banyak yang tidak tahu akan budaya-budaya, cerita, sejarah di kota Palembang ini. Maka dari itu kami membawa cerita tersebut, budaya sejarah yang sudah ada di Palembang, kembali lagi ke permukaan dan dikemas dalam bentuk yang diperbarui dan sudah bisa dikonsumsi oleh masyarakat agar dengan tujuan supaya bisa menaikkan lagi rasa cinta kepada kota kita ini, kota Palembang,” ujarnya.
Di tengah upaya memperkenalkan kembali sejarah dan budaya Kota Palembang melalui berbagai karya kreatif, pelaksanaan pra-acara Kata Kota Kita turut dihadapkan dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan mulai turun pada pukul 13.14 WIB, dan menjadi tantangan tersendiri bagi panitia dalam memastikan kegiatan tetap berjalan.
Menanggapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat selama kegiatan berlangsung, Gavin menjelaskan bahwa panitia telah berupaya melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan hujan. “Kita berbuat semaksimal mungkin dengan mitigasi-mitigasi dan perkiraan-perkiraan bagaimana jika terjadi hujan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana Kata Kota Kita, M. Fakhri Hibatullah, menyampaikan bahwa pameran ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan arsip Kota Palembang, termasuk bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari perkembangan kota. “Supaya kesadaran anak muda tentang sejarah atau arsip tentang Kota Palembang dan bangunan-bangunan Kota Palembang kembali tumbuh.” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan pra-acara yang berlangsung di ruang terbuka, Fakhri menyampaikan bahwa pemilihan lokasi menjadi salah satu bahan evaluasi bagi panitia. Ia berharap pelaksanaan pameran berikutnya dapat mempertimbangkan tempat yang lebih sesuai agar kegiatan dapat berjalan dengan lebih baik.
Fakhri mengutarakan, “Dengan penempatan yang outdoor juga, sebenarnya kami akan kembali memperbaiki apa yang telah kami buat. Kemungkinan di main event atau di pameran yang akan datang pada acara besarnya, kami akan mencari tempat yang lebih baik daripada tempat ini,” ujarnya.
Selain evaluasi terhadap lokasi, pelaksanaan Kata Kota Kita juga memunculkan harapan agar pihak kampus dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi para mahasiswa untuk terus berkarya. Menurut Fakhri, kegiatan kreatif seperti pameran ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya sekaligus mengembangkan potensi di lingkungan kampus.
“Sebenarnya ingin membangun bahwa dari kampus sendiri bisa mewadahi mahasiswa-mahasiswanya sendiri untuk berkarya di lingkungan kampus. Dan ternyata kita hanya bisa berkegiatan di luar kampus. Oleh sebab itu, semoga ke depannya acara-acara seperti ini bisa dilakukan di dalam kampus,” tambahnya.
Reporter: Ahmad Luthfi, M. Aufa Ar-Rafif Hibban
Penulis: Nita Andriani
Editor: Muhammad Vito Rizky Saputra