Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas di Landmark Unsri Indralaya. Sumber: Dokumentasi oleh Tim LPM Limas.
Indralaya, lpmlimas.com — Kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan mendorong para mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) beserta mahasiswa FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri), untuk mengambil langkah mengajak mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta kesehatan. Ajakan tersebut diimplementasikan melalui kegiatan Aksi Solidaritas, pembagian masker oleh mahasiswa di kawasan Landmark Unsri Kampus Indralaya pada Kamis (27/08).
Melihat situasi terkini di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, termasuk Palembang dan Indralaya, Wakil Gubernur mahasiswa FISIP Unsri, Muhammad Putra Prayoga, menilai bahwa kondisi di luar ruangan sudah tidak ideal untuk menjalankan berbagai aktivitas. Hal ini turut menjadi pertimbangan untuk mengurangi kegiatan di luar sekaligus menjaga mahasiswa dan masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
“Melihat bahwa situasinya sangat tidak layak untuk kita berkeliaran di luar, tidak efektif juga kalau ingin melaksanakan kegiatan. Dan ini juga sebagai aksi kita, bentuk penjagaan kita untuk teman-teman mahasiswa, teman-teman, masyarakat di sekitar kampus kita untuk sama-sama lebih peduli.” ungkapnya pada saat diwawancarai pada Kamis (27/08).

Menurut Wakil Gubernur mahasiswa, Muhammad Putra Prayoga, kegiatan BEM KM FISIP Unsri ini bertujuan untuk menyadarkan mahasiswa dan masyarakat bahwa situasi ini tidak baik untuk terus berkeliaran di luar rumah.
Selain menghimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, BEM KM FISIP Unsri juga melakukan aksi simbolik melalui pembuatan dan penyebaran poster. Poster tersebut digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi kabut asap yang terjadi.
Dari sesi wawancara juga diungkapkan, BEM KM FISIP Unsri membuka kesempatan bagi mahasiswa lain ikut andil dalam pembuatan infografis dan poster. Agar kemudian digunakan sebagai media propaganda, untuk menyadarkan bahwa ini tidak baik, agar tidak terus dibiarkan begitu saja.
Melalui pamflet yang disebarkan sebelumnya, BEM KM FISIP Unsri bidang sosial dan politik juga mengajak mahasiswa turut berkontribusi, baik melalui tenaga untuk pembagian masker, donasi e-wallet, maupun bantuan berupa masker yang nantinya dapat dibagikan kepada masyarakat terdampak.
“Untuk poster, sebenarnya kita dalam tahap ini ada beberapa juga yang sudah di-upload di Instagram kita di @arah_gerakfisip dan juga kita print out nanti sembari kita menyebarkan masker-masker kita juga bakal menunjukkan poster-poster itu nantinya,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, BEM KM FISIP Unsri tidak hanya menyasar mahasiswa. Masyarakat di sekitar kampus yang turut merasakan dampak kabut asap juga menjadi bagian dari sasaran kegiatan.
“Kita juga enggak mengkotakkan mahasiswa saja, tapi kita juga terbuka untuk teman-teman ataupun warga-warga di sekitar yang turut merasakan serta turut terkena dampak dari asap karhutla di Sumatera Selatan ini,” jelasnya.
BEM KM FISIP Unsri turut mendorong pemerintah agar lebih serius menangani kondisi kabut asap di Sumatera Selatan. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah perlu disampaikan seiring dengan kondisi yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Kalau mungkin bisa disampaikan, kita sangat-sangat menuntut pemerintah dalam hal ini untuk ikut membuka matanya kalau situasi yang ada di Sumatera Selatan ini, itu sudah masuk level yang sangat-sangat berbahaya,” ujarnya
Melalui aksi tersebut, BEM KM FISIP Unsri berharap masyarakat dapat saling memberikan dukungan kepada warga yang terdampak. Ia juga mendorong pemerintah untuk ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat sekaligus mengusut pihak yang bertanggung jawab atas persoalan kabut asap di Sumatera Selatan.
“Pesan utamanya mohon untuk sama-sama membantu untuk memulihkan Sumatera Selatan, mengusut siapa yang bertanggung jawab dibalik semua ini dan mohon juga untuk memberikan dukungan baik itu berupa apa pun kepada Sumatera Selatan, kepada masyarakat yang terlibat, yang merasakan, semoga pemerintah bisa ikut andil untuk membantu masyarakat yang terkena dampaknya,” katanya.
BEM KM FISIP Unsri berharap kondisi Sumatera Selatan dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman.
Reporter: Calista Anjani
Penulis: Moulyza Cundasorina
Editor: Alwa Rahmadani