Para tokoh wanita yang menjadi inspirasi saat ini
Marsinah: Kartini yang Menyuarakan Perjuangan Buruh
Ia merupakan aktivis pada masa Orde Baru yang bekerja di PT CPS. Ia dan rekan buruh lainnya menuntut dibentuknya Serikat Pekerja, serta mendesak perusahaan untuk mematuhi instruksi Gubernur KDH TK I Jawa Timur mengeluarkan surat edaran No. 50/Th. 1992 yang berisi kenaikan gaji pokok sebesar 20%, dan tuntutan lain untuk memperbaiki standar kerja seperti cuti haid, cuti hamil, dan upah lembur.
Tuntutan gaji pokok berhasil diperjuangkan, tetapi tuntutan lainnya mati bersamaan dengan hilangnya Marsinah selama tiga hari yang kemudian ditemukan tidak bernyawa pada Rabu, 5 Mei 1993. Marsinah, lahir di dalam kematiannya tetap menuntut keadilan untuk kesejahteraan dan kesetaraan buruh.
Maria Catarina Sumarsih: Ibu yang Memperjuangkan HAM hingga Kesetiaan dalam Aksi Kamisan
26 tahun Ibu Sumarsih berdiri memperjuangkan hak Bernardius Realino Norma Imawan (Wawan), anaknya yang tewas ditembak pada Tragedi Semanggi I, 13 November 1998.
Berbagai bentuk perjuangan terus dilakukan oleh Ibu Sumarsih. Salah satu wujud perjuangannya ialah dengan Aksi Kamisan yang menjadi sebuah wadah yang digagas pada 18 Januari 2007 hingga saat ini.
“Dalam Kamisan, ada kesetiaan dan ketekunan. Tujuan Kamisan itu membongkar fakta kebenaran, mencari keadilan, melawan lupa dan impunitas,” Ujar Ibu Sumarsih dalam wawancaranya bersama CNN.
Putri Ariani: Kartini Muda yang Mendunia dengan Karya
Keterbatasan tidak menghalangi Putri Ariani dalam menggapai mimpi. Meski terlahir sebagai tunanetra, Putri berhasil mendunia dengan karyanya. Ia sempat menggemparkan media setelah berhasil menduduki posisi ke-4 pada ajang bergengsi America’s Got Talent.
Usianya terbilang masih muda saat Putri berhasil memukau dunia ketika membawakan lagu ciptaannya. Putri Ariani lahir di Riau, 31 Desember 2005. Sejak kecil ia sudah gemar bernyanyi sampai akhirnya salah satu lagunya yang berjudul “Loneliness” membuahkan prestasi di kancah internasional.
Berkaca pada Putri Ariani, tidak ada yang mampu menghalangi jiwa seorang kartini untuk berjaya. Ditengah keterbatasan, seorang kartini harus mampu melihat potensi yang dimiliki dan memaksimalkannya.
Suciwati: Kartini yang Tidak Hanya Berjuang untuk Suami, Melainkan Hak Asasi
20 tahun sudah Suciwati menanti status dan kasus penghilangan nyawa suaminya. Suami suciwati adalah Munir, seorang aktivis HAM yang dibunuh dengan arsenik pada 7 September 2004 dalam penerbangan Garuda Indonesia.
Sampai kini, Suciwati masih berdiri menuntut keadilan pada kasus pembunuhan yang tidak tuntas diusut negara ini. Ia berkata perjuangan ini bukan tentang dirinya atau suaminya saja, tapi tentang hak asasi semua. Menurutnya, ketegasan negara harus digugat untuk menghukum pelanggaran HAM berat dan semua pelaku yang terlibat. Bagaimana negara memandang harga nyawa warganya jika kasus ini disepelekan begitu saja?
Seorang kartini bukan saja memperjuangkan haknya, ia berjuang untuk semua – baik wanita, keluarga, dan seluruh insan lainnya.
Abigail Limuria: Figur Perempuan Muda yang Mengakrabkan Anak Muda kepada Politik
Perempuan sebagai Agent of Change, banyak dari perempuan yang telah memulai dan membawa gebrakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Satu dari sekian banyak perempuan tersebut adalah Abigail Limuria.
Abigail Limuria, perempuan muda yang banyak nimbrung dalam beberapa projek terkait sosial politik, seperti dari Lalita Project yang mengapresiasi akan peran perempuan. Setelah Lalita Project, Abigail Limuria juga tidak hanya nimbrung tetapi juga turut menjadi co-founder dalam project WIUI (What is Up Indonesia?) yang kerap sharing akan isu sosial politik dengan penyampaian yang sangat friendly melalui meme. Tidak hanya co-founder, Abigail Limuria pun menjadi co-inisiator dalam Bijak Memilih, dengan tujuan menjabarkan informasi terkait partai politik di Indonesia secara lebih rinci tetapi mudah untuk dibaca dan dipahami.
Pada Bijak Memilih juga turut menjadi sorotan pada pemilu 2024, saat memberikan kontribusi akan pengenalan terhadap capres-cawapres yang mengikuti ajang pemilu 2024.
Cania Citta: Perempuan Penyuara Rasionalitas dan Logika
Pada tahun 2017, di acara bernama Indonesia Lawyers Club (ILC), Cania Citta membuka suaranya untuk memberikan pendapatnya di forum tersebut yang membuat dia menjadi terkenal dan menginspirasi banyak perempuan.
Lalu, yang membuat Cania Citta itu unik, dia dapat menggunakan paradigma-paradigmanya untuk membedah argumen-argumen yang ada, bukan itu saja, dia juga suka memberikan pemikiran-pemikirannya sebagai respon terhadap suatu isu yang sering terjadi di masyarakat, sehingga hal ini tentu menjadi inspirasi bagi orang banyak karena adanya pola pikir yang disajikan oleh Cania Citta.
Cania Citta juga memiliki beberapa media yang membantu dia untuk mempublikasikan pemahamannya ke publik agar publik bisa secara bersama-sama belajar bagaimana jika dihadapkan dengan suatu masalah.
Beberapa media sosial yang dia pakai adalah kanal Youtube yang bernama Geolive dan ruang podcast di Noice yang bernama “Ruang 28”.
Penulis : Gloria Junita, Hildha Shahzani, M. Ashabul Kahfi, Alif Daffa
Editor : Tesalonika Marpaung