Foto bersama dalam acara Debat Politik II yang diselenggarakan oleh KPU Fisip Unsri pada Sabtu (10/01). Foto: Pubdok KPU
Indralaya, lpmlimas.com – Pemilihan Raya (Pemira) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sriwijaya kembali diwarnai dengan fenomena “kotak kosong”. Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 resmi mengundurkan diri pada hari pelaksanaan Debat Politik II yang digelar secara langsung di Ruang Multimedia Gedung C Fisip Unsri Indralaya, Sabtu (10/01).
Ketua KPU Fisip Unsri 2026, Azzahra Ramadhani, menjelaskan bahwa ketidakhadiran paslon 01 pada debat ke II disebabkan oleh kendala dari pihak paslon yang berujung pada keputusan untuk mengundurkan diri dari Pemira Fisip Unsri 2026.
“Itu diluar kendali kami, ya. Karena ketika acara berlangsung, memang tiba-tiba dari pihak 01-nya ini baru konfirmasi. Kalau ternyata pihak 01 sedang ada kendala untuk mengikuti debat ini. Jadi, kata mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk, mau gak mau, mereka mengundurkan diri,” ujar Azzahra.
Daffa Qeenan Habibie, Ketua Panwaslu Fisip Unsri 2026 juga mengatakan paslon yang bersangkutan sempat mengaku sakit sejak pagi hari.
“Tadi pagi dia bilang sakit awalnya, ya. Terus kami kasih toleransi untuk jangan telat, […] Cuman kemudian setelah ditekan lagi untuk datang lebih cepat, mereka lebih memutuskan untuk mengundurkan diri,” jelas Qeenan.
Azzahra menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan persoalan internal paslon 01 dan tidak diketahui secara rinci oleh pihak KPU.
“Jadi, memang untuk masalah mengundurkan diri itu, jujur dari kami memang gak tau, ya. Karena dari pihak internalnya mungkin. Jadi, ya udah, terus mereka udah ngirimin surat pengunduran diri,” tegasnya.
Ketua KPU juga menjelaskan, paslon 01 telah menyampaikan niat mengundurkan diri sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, surat pengunduran diri resmi baru diterima pada pukul 12.23 WIB di hari yang sama.

Surat pengunduran diri pasangan calon nomor urut 01 yang diunggah di akun Instagram @kpu_fisipunsri pada Sabtu (10/01).
Sumber: Tangkapan layar diambil oleh LPM Limas.
Dengan mundurnya paslon 01, Pemira Fisip tahun ini dipastikan hanya diikuti satu pasangan calon yang akan berhadapan dengan kotak kosong pada Rabu (14/01).
Menanggapi hal tersebut, Edi Candra sebagai Gubernur Mahasiswa Fisip Unsri periode 2024/2025 menilai kondisi ini berpotensi menurunkan partisipasi mahasiswa dalam Pemira.
“Yang pasti pengaruhnya lebih ke minimnya partisipan mahasiswa untuk mencoblos, karena nggak ada lawan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena berulang Pemira Fisip yang kembali dihadapkan pada kotak kosong dan menilai hal ini sebagai bahan evaluasi bersama bagi penyelenggara maupun peserta Pemira ke depan.
Reporter: Zalfa Azzahra
Penulis: Muhammad Raffi, Vina Alfina Dziro
Editor: Siti Sulia Febrianti